PEMBELAJARAN KONSUMEN

TEMA : PEMBELAJARAN KONSUMEN

JUDUL : PEMBELAJARAN KONSUMEN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

Konsumen belajar dari pengalaman masa lalu, dan perilaku masa depan mereka.

Ada dua sekolah yang mempunyai pikiran didalam pemahaman proses konsumen belajar: perilaku dan teori.

Keadaan Klasikal

Mcsweeney dan Bierley mengutip empat kondisi-kondisi:

  1. Harus tidak ada stimuli lain yang bisa menaungi stimulus yang tidak dikondisikan.
  2. Stimuli yang tidak dikondisikan sebaiknya tidak perlu mempunyai asosiasi sebelumnya untuk kategori produk atau merek lain.
  3. Stimulus yang tidak dikondisikan sebaiknya tidak dikenal secara umum dan harus diperkenalkan sendiri.
  4. Pengaruh keadaan klasik menjadi lebih efektif ketika stimulus yang dikondisikan baru.

Aplikasi Strategis dari Pengaruh Keadaan Klasik

Ukuran daya ingat masih digunakan didalam iklan yang mengevaluasi untuk menentukan apakah asosiasi merek dasar telah dibentuk.

Pemasang iklan masih mengenali pentingnya prinsip dari pengaruh keadaan klasik dan usaha untuk hubungan produk dengan lambang dan gambaran yang positif.

Kondisi Instrumental
Kondisi instrumental juga memerlukan pengembangan suatu mata rantai antara suatu stimulus dan suatu tanggapan.

•         Penguatan

Penguatan berlanjut sebagai hasil pemakaian produk yang meningkatkan kemungkinan bahwa konsumen akan membeli merek yang sama.

•         Extinction dan Forgetting

Pemunahan memimpin ke arah suatu penurunan kemungkinan secara cepat pada konsumen untuk membeli kembali merek yang sama.

Pemasar dapat mencegah melupakan dengan pengulangan.

•         Aplikasi Instrumental Yang Berpengaruh Pada Pemasaran

Pengaruh keadaan sebagai instrumental adalah penting didalam pemasaran sebab teori berfokus pada penguatan.

Pembelajaran Kognitif
Psikologi kognitif melihat belajar sebagai proses pemecahan masalah bukannya proses pengembangan koneksi antara stimulus dan tanggapan

•         Teori Belajar Kognitif

Dengan kata lain, teori kognitif menekankan proses berpikir yang dilibatkan didalam proses pembelajaran konsumen.

•         Pembelajaran Vicarious

Suatu jenis pembelajaran teori yang mempunyai aplikasi pemasaran penting yaitu pembelajaran vicarious.

•         Aplikasi Pemasaran Teori Pembelajaran Kognitif

Andreasen dan Durkson mengenali tiga tugas pembelajaran didalam suatu lingkungan pasar baru: (1) identifikasi merek, (2) evaluasi merek, dan (3) penetapan pola tingkah laku reguler berkenaan dengan merek yang dievaluasi.

 

Komentar :

dari pembelajaran konsumen di atas bahwa, konsumen belajar untuk pengambilan keputusan dalam pembelian  berdasarkan pengalaman masa lalu, dan perilaku masa depan mereka. Namun itu saja tidak cukup, dalam pembelajarannya konsumen juga melihat dengan sesuai kebutuhan yang mereka inginkan. Dan konsumenpun melihat barang-barang merk lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka, seperti yang telah dikatakan oleh  Mcsweeney dan Bierley.

Selain itu, dalam pembelian produk konsumenpun melihat tayangan iklan pada suatu produk tersebut. Sehingga tayangan iklanpun dapat mempengaruhi konsumen dalam penganbilan keputusan pembelian.

Sumber :

http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&biw=1280&bih=576&q=BAB+4+PEMBELAJARAN+KONSUMEN%2C+KEBIASAAN+DAN+KESETIAAN+PADA+MERK&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=&fp=a3d98f0efbda9c1b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: